Googling

Loading...

Saturday, April 12, 2008

Pembersihan, Sterilisasi Dan Penyimpanan Alat Kedokteran Gigi

infeksi silang terjadi akibat transmisi agen infeksi diantara pasien, staf (Operator) dan lingkungan klinis atau tempat kerja praktek Tindakan untuk mengontrol infeksi silang dapat dilakukan melalui proses persiapan alat-alat (instrument Prosessing). Prosedur Instrument prosessing terdiri dari pembersihan (cleaning), sterilisasi, penyimpanan, monitoring, dan distribusi. Semua prosedur ini harus dikontrol untuk mendapatkan hasil yang baik.


Pembersihan (Cleaning)

Cleaning adalah proses pembersihan debris-debris (benda-benda asing yang menempel) dan benda-benda lainnya yang memungkinkan dapat mencegah atau menghambat agen sterilisasi berkontak dengan target atau mikroba pada insrument yang akan disterilisasi. Cleaning merupakan proses yang sangat penting dan sebagai prosedur pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan proses sterilisasi instrument. Prosedur pembersihan (cleaning) dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan jenis instrument yang akan dibersihkan.



Metode cleaning yang paling efektif adalah metode pembersihan menguinakan ultrasonic Bath dan Instrument Spray Washer dengan mengikuti instruksi pabriknya masing-masing. Selain metode di atas, ada juga metode pembersihan instrument lainya seperti Hand Scrubbing. Ketiga metode ini sering dikombinasikan dalam membersihkan instrument kedokteran gigi.


Sterilisasi

Sterilisasi adalah menghancurkan mikroorganisme termasuk spora dari bakteri yang resisten secara fisika maupun kimia. Desinfeksi adalah proses yang membunuh atau menghilangkan mikroorganisme kecuali spora.


Idealnya semua bentuk vegetatif mikroorganisme mati, namun dengan terjadinya pengurangan jumlah mikroorganisme patogen sampai pada tingkat yang tidak membahayakan masih dapat diterima.


Tujuan dari sterilisasi, yaitu :

  1. Mencegah penyebaran penyakit&infeksi

  2. Mencegah pembusukan dan kerusakan bahan oleh miroorganisme


Metode-metode dalam sterilisasi, yaitu :

1. Fisika

a. Suhu tinggi

Basah (autoclave)

Kering (oven)

Pemanasan dengan uap kimia (khemiklaf)

b. Filtrasi

c. Radiasi

2. Kimia

a. Gas etilen oksida

b. Sterilisasi dingin



Autoklaf

Pemanasan basah dengan tekanan tinggi

Siklus sterilisasi 134 derajat C, 3 menit, 207 kPa

Cara kerja = pressure cooker

Lebih efisien daripada perebusan maupun pemanasan kering (oven)

Instrumen dapat dibungkus dengan kain muslin, kertas, nilon, aluminium foil, atau plastik yang dapat menyalurkan (permeable) uap





Oven

Pemanasan kering

Penetrasi kurang efektif dibandingkan dengan pemanasan basah dengan tekanan tinggi.

  • temperatur >>160 ° C/ 170 ° C

  • waktu >> 2 jam/1 jam untuk proses sterilisasi

  • alat yang dapat menyalurkan panas: 190 ° C

  • instrumen yang tidak dibungkus:

6 menit (Nisengard dan Newman, 1994)


Pemanasan dengan uap kimia (khemiklaf)

Kombinasi dari formaldehid, alkohol, aseton, keton, dan uap pada 138 kPa merupakan cara sterilisasi yang efektif.

Kerusakan mikroorganisme diperoleh dari bahan yang toksik dan suhu tinggi.

Sterilisasi dengan uap bahan kimia (30 menit) bekerja lebih lambat dari autoclave (15-20 menit) pada 138-176 kPa.


Filtrasi

Metode ini dilakukan dengan cara menyaring mikroorganisme


Radiasi

Digunakan pada marerial yang tidak dapat disterilisasi dengan panas dan kimia

Energi radiasi bekerja dengan cara menghancurkan mikroorganisme


Gas Etilen Oksida

Dalam temperatuir ruangan tidak berwarna

Aroma = fenol

Sangat beracun dan dapat mengiritasi kulit dan mukosa

Merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya, sehingga penggunaannya harus sangat hati-hati


Sterilisasi Dingin

Instrumen yang akan direndam harus benar-benar kering untuk mencegah kerusakan

Waktu perendaman 10-20 menit

Tidak dapat menghancurkan spora dengan sempurna kecuali direndam selama 10 jam

Contohnya : Phenol, ethyl alcohol, glutaraldehide

Sterilisasi dilakukan dalam 4 tahap : (2)
- Pembersihan sebelum sterilisasi.
- Pembungkusan.
- Proses sterilisasi.
- Penyimpanan yang aseptik.

Dalam bidang kedokteran gigi pembersihan dapat dilakukan dengan :
- Pembersihan manual
- Pembersihan dengan ultrasonik

Sebelum disterilkan alat-alat harus dibersihkan terlebih dahulu dari debris organik, darah, dan saliva. Asisten dokter gigi yang membersihkan alat tersebut harus memakai sarung tangan heavy duty.


Penyimpanan Alat-Alat Kedokteran Gigi Sesudah Proses Sterilisasi

Sterilitas instrument harus tetap terjaga sampai bungkusan-bungkusan atau cassette steril dibuka untuk digunakan di klinik untuk merawat pasien selanjutnya.


Pengeringan dan Pendinginan

Proses pembungkusan dan cassette melalui sterilisasi uap harus dikeringkan sebelum dipindahkan dari tempat sterilisasi. Hal ini juga sama dengan bungkusan, sampul atau cassette yang telah diproses melalui sterilisator kecil yang ada di klinik harus dikeringkan sebelum digunakan atau disimpan. Hal ini dikarenakan kertas atau sampul yang basah akan memberi peluang terhadap pertumbuhan mikroba. Salah satu cara pengeringan yaitu dengan mengaktifkan siklus pengeringan otomatis atau dengan membuka pintu sterilisator secara perlahan dan biarkan kering selama 30 menit.


Beberapa pabrik sterilisator menyediakan intruksi pengeringan dan mempunyai program siklus pengeringan tutup pintu dan buka pintu. Sterilisator tipe rumah sakit dan beberapa sterilisator uap untuk kantor kecil mempunyai siklus vakum pasca sterilisasi yang dapat menghilangkan embun dengan mengevakuasi ruangan pada akhir siklus. Sterilisasi uap kimia dan pemanasan kering menghasilkan bungkusan yang langsung kering.


Bungkusan yang panas atau hangat harus dikeringkan secara perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya kondensasi pada bagian instrumen. Jangan menyimpan bungkusan pada permukaan yang dingin atau di bawah pendingin ruangan. Hal ini dikarenakan adanya sirkulasi udara yang menyebabkan terjadinya kontaminasi dalam ruang sekitar bungkusan.


Bila instrumen tidak dibungkus pada saat proses sterilisasi, maka setelah dikeluarkan harus segera tutup kembali atau dilindungi dari kontak udara atau permukaan yang terkontaminasi sebelum pemakaiannya.


Penyimpanan

Bungkusan yang steril harus dicegah supaya tidak jatuh ke lantai, sobek, tertekan atau basah, maka harus mempertimbangkan terjadinya kontaminasi. Bungkusan yang steril tidak boleh bercampur dengan bungkusan yang tidak steril. Indikator kimia eksternal menyediakan pengukuran kontrol yang utama untuk mengidentifikasi instrumen-instrumen yang telah diproses melalui sterilisasi. Batas bersih dan kotor dalam ruang sterilisasi harus terpisah.


Penyimpanan instrumen steril lebih dari beberapa hari tidak biasa dalam kedokteran gigi karenan jumlah alat yang terbatas. Namun jaminan sterilisasi yang baik menuntut perlindungan terhadap sterilisasi instrumen, sehingga harus memperhatikan waktu antara sterilisasi dan pemakaian berulang.


Bungkusan yang steril harus disimpan pada tempat yang tertutup, kering, bebas dari debu, jauh dari bak cuci, saluran air, dan beberapa inci jauhnya dari langit-langit, lantai, dan dinding luar. Hal ini untuk mencegah bungkusan menjadi basah oleh percikan air, produk pembersih lantai dan kondensasi dari saluran air atau dinding. Juga jauhkan bungkusan dari sumber panas yang dapat membuat bungkusan menjadi rapuh dan lebih rentan sobek atau berlubang.


Waktu sterilisasi harus diperiksa secara periodik. Jika bungkusan menjadi basah, sobek atau berlubang, sterilitasnya diragukan. Instrumen yang tidak dibungkus tidak dapat disimpan, dikarenakan masa simpan instrumen bergantung pada pemeliharaan integritas bahan pembungkus.


Berdasarkan sistem rotasi dalam pemeliharaan, instrumen yang lebih dahulu disterilkan yang digunakan. Waktu penyimpanan maksimum yaitu selama 1 bulan, pada saat semua instrumen yang tidak digunatan tidak terbungkus, pembungkusan ulang dengan bahan pembungkus baru, dan proses sterilisasi ulang. Kunci utama dalam jaminan sterilisasi adalah memeriksa setiap bungkus, sampul, dan cassette secara hati-hati sebelum dibuka.


Distribusi

Tempatkan instrumen dari bungkusan atau sampul yang steril pada tempat atau baki yang steril, sekali pakai atau minimal dibersihkan dan didisinfeksi di klinik. Instrumen dalan cassette disalurkan dan dibuka pada meja kerja. Penempatan instrumen baik yang dibimgkus atau yang tidak dibungkus dalam laci atau lemari untuk pemakaian langsung selama perawatan pasien, tidak dianjurkan, karena baik laci maupun lemari mudah terkontaminasi oleh benda-benda lainnya atau jari tangan yang terkena saliva. Sistem penyimpanan atau distribusi berpotensi menyebabkan kontaminasi silang.







No comments:

Post a Comment